Jumat, 02 Maret 2012

PERKENALAN YANG TERTUNDA

Oleh Aendra_taka
Kata sebagian orang mengatakan “tak kenal maka tak sayang” tapi kata rosullulah “tak kenal maka ta’aruf”….beda ya tapi mudah-mudahan suptansinya sama yaitu sama-sama menyuruh untuk saling mengenal agar tumbuh rasa kasih sayang yang erat sesama muslim,,,,,
Itulah mungkin pribahasa yang mewakili akan diri ini, karna memang saya merupa pendatang baru dalam kancah kepengurusan tahun ini di amanah baru saya sebagai Co kaderisasi UKMI AL KAHFI UIR maklum karna selama ini saya hanya berkutat di LDK fakultas (FSI As sabiil) dan di dunia siyasi (BEM dan KAMMI), namun bukan berati saya tidak mengenal apa itu UKMI AL KAHFI dan orang-orang didalamnya karna selama ini saya berada di bayang-bayangnya.
Mungkin kalau bercerita tentang Al kahfi (begitu saya memanggilnya) maka saya teringat tentang pengalaman beberapa tahun yang lalu dimana ketika itu saya berstatus sebagai mahasiswa baru. Tidak ada yang mengira sore itu sehabis asyar ketua kos (pondokan) ketika itu mengajak kekampus untuk sekedar jalan-jalan sambil memperkenalkan tentang seluk-beluk kampus, beliau secara sengaja atau tidak mengajak saya kesebuah ruangan yang tidak begitu besar tapi ternyata cukup muat untuk menampung miliaran ade-ade anak bangsa ini itulah sekre al kahfi. Sesosok pemuda (bg dedi teknik) datang menghampiri kami ketika itu dengan gaya bicara yang cukup ramah seolah-olah sudah kenal lama, cukup lama di sana bercerita baik itu tentang UIR maupun al kahfi itu sendiri dan sungguh menarik, sehingga di akhir bembicaraan sebuah ucapan terlontar “ bang bolehkan kalau saya gabung ke al kahfi” ?.. ”al kahfi selalu terbuka untuk siapa saja yang mau kebaikan” ungkapnya…itulah perkenalan singkat saya dengan al kahfi yang cukup sangat berkesan. 
Sebenarnya saya bingung apa yang mau saya tulis karna jujur terlalu singkat perkenalan saya terhadap Al kahfi ini, hanya hitungan menit ketika itu tapi berkesan, tapi tidak apa saya akan memulai dari proses perjalan saya dalam mencari kebenaran ini, berbicara ketika masa-masa sulit saya di jalan ini, dan juga bercerita tentang orang-orang yang mempersaudarakan hati ini dengan jalan da’wah ini.
Sungguh luar biasa jama’ah ini, itu mungkin kata-kata yang terucap ketika saya mengenal jalan yang dahulu di tertutup oleh kabut-kabut keraguan diri, namun berlahan kabut itu menghilang dari pandangan ini sehingga membuka tabir pemisah penglihatan ini sehingga menghantar saya kepada pemandangan yang sungguh sangat indah,,,padahal sebelumnya saya pernah mengatakan bahwa jalan ini adalah jalan yang kejam( kok bisa ya,,tapi ada benarnya mungkin??? Hehe..)
Saya termasuk pendatang baru di dunia ke LDK an, bermula dengan keluguan yang bermodal dengan penampilan ala kesantrian (maklum mantan santri…he 100x) yang mampu membius hati-hati kakak2 senior ketika itu, sedikit culun sih tapi agak sedikit arogan..tapi g seram….bayangkan saja ketika OSPEK kok pake peci,,,,pa g culun tu….terlalu, namun itu  semuanya tidak lah menjadi masalah karna itu merupakan bagian masa lalu  yang selalu memberikan senyuman kalau diingat.
Mungkin karna modal itulah sehingga mampu mengatarkan saya kepada dunia baru yang agak sedikit asing bagi saya, terlahir dari sebuah latihan kepemimpinan KAMMI (langsung magang), kemudian dilanjutkan dengan pelatihan BII hingga  latihan dasar organisasi  (LDO) di tingkat fakultas yang total pesertanya ketika itu cukup banyak yaitu 9 orang ikhwannya ( 3 diantaranya anak-anak FAI) dan 5 orang akhwatnya sungguh pengalaman yang luar bisa.
Maka dari sanalah awal mula perjalanan itu, mulai mencoba menerawang jauh kedepan namun tidak kelihatan juga rupa dan arah jalan tersebut, 2 bulan setelah itu saya mulai bergabung di HMJ (ketika itu di pimpin oleng bg ramon) dengan amanah ketika itu sebagai Co R&D HMJ AKSI tapi kurang maksimal maklum baru anak kecil. Beriring waktu berjalan ternyata tebing yang dilalui pun semakin tinggi dan curam, tepatnya semester 2 akhir sebuah amanah baru menghampiri diri ini yakni sebagai sekretaris umum FSI As sabiil (lembaga rohis di kampus) kemudian di susul di angkatnya saya sebagai staf KD di KAMMI pada akhir semester  3.
Disinilah masa-masa sulit itu terjadi dengan rasa setengah tidak percaya di tambah lagi rasa kekecewaan mulai menyelimuti diri, karna baru semester 3 sudah harus menjadi ikon vital di  fsi fakultas (Plt. Ketum)di satu sisi saya harus aktif di kammi dan di sisi lain ke HMJ yang paling membuat ana kecewa adalah kenapa harus ada yang mengundurkan diri padahal permasalahannya bisa di rundingkan. padahal idealnya masa-masa ini adalah masa dimana saya menimba pengalaman dari para senior, berbagi ilmu dan pengetahuan, masa-masa saya di bombing dan diarahkan bukan mengarahkan.
Dengan sisa oktimis ini saya terus melangkah mencoba untuk mencari tempat berpegangan agar tidak terjatuh walaupun seribu macam pertanyaan mulai bergantian mendatangi diri ini, rasa pesimis dengan kemampuan dan kapasitas bercampur dengan kekecewaan mulai menarik-narik batin ini dan rasa takut itu sudah mulai menguasai diri ini, sehingga saya coba lari dan bahkan sampai terfikir untuk bagai mana keluar dari jama’ah ini meninggalkan sejauh-jauhnya…apa kata hati kecil saya ketika itu adalah ini jama’ah yang kejam…hehe



Ikhwah semua….
Maha benar Allah “ intan syurullah wayan syurukum…ketika kamu menolong agama Nya maka Ia akan menolongmu “
 Disinilah saya tersadar dari kebingungan ini, saya lupa bahwa ternyata saya tidak sendirian ada Allah di atas sana dan di sekeliling saya ada banyak orang yang telah mengulurkan tangannya dan siap menggenggam tangan ini dan mengeluarkannya dari keterpurukan mereka adalah saudara/I seperjuangan yang siap menghapus air mata ini tatkala menangis, yang siap mengangkat badan ini ketika terjatuh dan akan selalu tersenyum. Wajah-wajah itu selalu ada di setiap tatapan mata ini memandang, wajah-wajah itu selalu hadir ketika diri ini dalam kesunyian, mungkin mereka telah jauh secara geografis bertebaran di setiap sudut-sudut negeri ini tapi tidak di hati ini karna mereka akan selalu ada dan sangat dekat..
…..ternyata betul bahwa hidup ini tidak ada yang kebetulan karna semuanya adalah sebuah scenario dan merupakan akumulasi dari proses perjalanan yang telah kita lalui sebelumnya kita sadari atau tidak itulah kehidupan. Malam itu MR memberikan 2 pilihan kepada saya pertama kembali ke fakultas (BEM FE) atau di UKMI Al kahfi? “ ana harus memilih, sadz..?” Tanya saya, “ia” jawabnya singkat..” ana sikkoh sama ustadz, mana yang menurut ustadz  itu lebih baik maka insyaallah ana terima” jawab ana..seminggu setelah itu akhirnya informasi yang di suruh tunggu pun datang yakni penempatan amanah untuk ana yang inti dari informasinya adalah ana di amanahkan di Al kahfi sebagai Co kaderisasi.
Al kahfi… nama yang mengingatkan saya terhadap memori yang telah lalu sebuah perkenalan singkat tapi bermakna, hari ini setahun sudah saya di sini bekerja dan berkontribusi bersama-sama di sekre yang dahulu awal terasa asing namun sekarang sudah terasa syurga penuh dengan kisah dan cerita, saling membahu sesama saudari/I seperjuangan ( akh silo, yudi, riyadi, samsul, fatur, rafil, ukhti ani, nurrahmi, ika, tuti, yuni, nur aliza, resty dan yang lainnya) saling beradu pendapat dan argument tidak ayal terkadang sampai pada titik emosional namun setelahnya ada kesejukan karna saling melapangkan hatinya untuk saling memaafkan, untuk akhi/ukhti semua jazakallah khoir atas ukhwah yang telah antum semua berikan semoga Allah mempertemukan kita semua nantinya di syurgaNya, saya secara pribadi mohon ingin meminta maaf dari kawan-kawan semua atas semua kesalahan yang pernah terjadi saya lakukan baik saya sengaja maupun tidak saya sengajakan…
Ikhwah semua ….
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi cerita kepada kita semua mungkin hal yang sama pernah terjadi kepada akhi semuanya bahkan mungkin lebih parah, tapi ana yakin kita semua mampu melalui itu semua, tetap yakinkan diri kita bahwa kita tidak pernah sendiri ketika tidak ada satu orang manusia pun disekitar kita jangan lupa bahwa Allah akan selalu ada  dimana pun kita  dan dalam kondisi apapun, dan ingat Allah menguji kita sesuai dengan kapasitas kita tapi Allah memberikan kenikmatannya melebihi kebutuhan kita,,,,
Ikhwah semua….
Masih ingat lirik lagu mahar zaen “ insyaallah”…yuk kita hayati
Ketika.. kau tak sanggup melangkah… hilang arah dalam kesendirian
tiada mentari..bagai malam yang gelap,,, tiada tempat untuk berlabuh
bertahan terus berharap Allah selalu di sisimu
insyaallah, insyaallah, insyallah, insyallah.. ada jalan….2x

Wallahu ‘alam…wassalam,,,,penulis